Pilu hatiku tak terperi
Musnah ragaku tak berbekas
Luluh meluberi tanah air
Tanah dimana aku pertama kali melihat pelita
Kini belum usai jua sang bayu
Membawa nyanyian sedih yang tak kunjung henti
Pantun dan rima kebencian
Serta gurimdam resah hati
Kini kunanti pula sang pujangga
Menyuarakan desahan asmara
Detak-detak percintaan
Serta nafas gelora yang senantiasa membara
Namun semua itu tak dapat menyirnakan durjana dalam hati
yang terlanjur suram
Haruskah aku mengikuti aliran nafsu hati???
Ataukah aku selalu terpaku dalam lembah kesendirian???
Atau malah mencari bagian yang hilang dari ragaku ini??
Entahlah...
Biarlah sang surya yang memberi penerang gelapnya hatiku ini...
Semoga saja asa ini menjadi nyata
Agar tidak menjadi angan-angan dan bunga tidur semata...
1 comment:
Please deh, jangan lebbbaiii....
Hehe...
Apik her,
k0e ganteni andrea hirata ae...
(pe ka, gk smpt login)
Post a Comment