Monday, June 15, 2009

Sejumput Kisah Si Rumput

Sekelompok tumbuhan kecil yang dapat tumbuh di tepi jalan, lahan kosong dan halaman rumah serta dianggap “pengganggu” bagi sebagian besar orang. Bagi petani memang seperti itu adanya. Rumput dianggap sebagai gulma atau pengganggu bagi tanaman yang mereka tanam. Akan sebagian orang, anggapan tersebut tidaklah selalu benar. Misalnya bagi para pemain sepak bola dan para peternak konvensional. Rumput sangatlah vital bagi mereka. Coba saja Anda bayangkan seandainya para pemain sepak bola bermain pada lahan tanpa ditumbuhi rumput, pastinya jika mereka jatuh, mereka mengalami luka yang lebih parah daripada jatuh di lahan berumput. Walaupun sekarang rumput sudah digantikan fungsinya oleh rumput sintetis.
Bagi peternak konvensional juga sangat membutuhkan rumput. Hewan ternak yang termasuk dalam kelompok herbivora makanannya sebagian besar adalah rumput. Namun, malang nian nasib si rumput ini. Kini dia digantikan oleh dedak padi dan pakan ternak sintetis. Walaupun sebenarnya ternak dengan pakan rumput lebih sehat daripada ternak dengan pakan dedak padi dan pakan sintetis. Namun, sebagian besar peternak enggan menggunakan rumput sebagai pakan ternak prioritas karena mereka lebih menyukai pakan sintetis yang praktis dan instant.
Pada suatu ekosistem, rumput sangatlah vital karena ia memegang peranan sebagai produsen, sejajar dengan tumbuhan tingkat tinggi. Mayoritas herbivora memakan rumput karena rumput relatif lebih pendek daripada perdu maupun tumbuhan lainnya. Selain itu rumput juga berfungsi sebagai “rumah” bagi hewan-hewan kecil seperti serangga dan lain sebagainya. Bagi serangga, rumput tak hanya sekedar rumah tetapi juga sebagai sumber makanan.
Secara tidak langsung, rumput memegang peranan penting bagi manusia. Bayangkan saja tidak ada rumput di dunia ini. Maka populasi herbivora secara bertahap akan berkurang. Jika herbivora berkurang maka kebutuhan manusia yang berasal dari herbivora juga akan berkurang. Akibatnya manusia akan mengalami defisiensi dan mudah terserang penyakit serta berujung kematian. Sungguh fatal akibat dari tidak adanya rumput. Ternyata hidup manusia juga dipengaruhi oleh rumput yang notabene sebagian besar manusia menganggapnya rendah.
Suatu pelajaran yang dapat dipetik dari uraian ini ialah berprinsip hidup seperti rumput yaitu walaupun dianggap remeh tetapi dapat mempengaruhi kehidupan di dunia. Kita tidak boleh patah arang hanya karena diremehkan dan dihina orang lain. Kita harus selalu berusaha sampai kita dapat mencapai apa yang kita inginkan selama hal itu positif tanpa menghiraukan hinaan dan cibiran orang lain. Anggap saja itu sebagai dukungan bagi kita untuk mencapai sesuatu yang ingin kita capai ataupun cita-cita kita. Sepetik pesan dari rumput untuk setiap orang yang berpikir.

No comments: